Bantu Aku Bangkit Tuhan
Satu persatu masalah datang
Mengisi kekosongan dalam jiwa
Membuat cerita dalam setiap raga
Aku tersungkur tak mampu bangkit
Apa aku harus lari?
Atau diam meratapi nasib
Lalu bagaimana caraku bangkit
Bila masalah kian berdatangan?
Melelahkan...
Rasa seolah sirna
Tidak ada lagi yang menarik
Semua berlalu tanpa arti
Membuatku seolah tak berarti
Ohh Tuhan...
Padamu kuberserah
Bantulah aku bangkit walau terseok-seok
Aku tak sanggup lagi untuk bangkit sendiri
Kaki ini telah penuh dengan luka
Raga ini terlalu letih untuk berpura-pura
Terlalu banyak luka tertoreh
Aku tak sanggupn Tuhan...
Nestapa ini kian menimpa
Derita juga tak usai
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Puisi: Asesmen Nasional Berbasis Komputer, Jejak Digital
Di era teknologi yang semakin maju, Asesmen Nasional Berbasis Komputer hadir dengan penuh ragu. Jejak digital melintas di dunia pendidikan, Menyapa siswa-siswa dengan tantangan bar
Ayah, Kau Tidak Nyata
Ayah?Ohh aku lupaKau hanya mimpi tiada nyataBayangmu hanya ilusi mataKarena sebenarnya Kau tak pernah ada Dewasa kujalani sendiriDi temani sesosok wanita kuatTanpa sosok laki-laki ya
Kita menutup kisah
Secepat inikah pertemuan kita?Aku yang selalu memeluk erat namamu padaNyaKini hanya mampu mengikhlaskanAku yang dulu menjadi tempatmu bersandarMerekatkan cerita dalam ingatanKini hanyal
Serpihan Keraguan
Dalam diam....Kupendam rapat kata hatiSaat mulut keluh tak mampu bicaraWalau hati terus berteriak Perasaan tau dimana harus berlabuhTetapi mulut terus membungkam Terus kukejarWalau di
Rindu Pada Guru saat Pandemi
Kala fajar menyingsing Bulan perlahan berpulang Semangat menerjang kebebasan menghilang Meninggalkan senyum bertirai duka Mimpi terhenti Ketika keadaan memaksa menep