Serpihan Keraguan
Dalam diam....
Kupendam rapat kata hati
Saat mulut keluh
tak mampu bicara
Walau hati terus berteriak
Perasaan tau dimana harus berlabuh
Tetapi mulut terus membungkam
Terus kukejar
Walau diri tau tak mungkin
Hakmu untuk memilih
Tetapi memujamu dalam diam
Adalah hakku
Hari terasa berwarna
Melukis kisah bersama
Dengan perasaan yang kautanam
Tanpa sebuah ikatan
Tanpa sebuah kepastian
Kau terus mendekat
Saatku berusaha lari darimu
Lari dari sesuatu yang kuimpikan
Seperti Dandelion yang terbang jauh
Tersapu oleh angin
Begitu perasaanku
Terbang jauh tak tentu arah
Saat bersama perasaan ini...
Terbang jauh mengarungi angkasa
Menaungi semesta, Menjelajahi dunia
Demi menghilangkan serpihan keraguan.
Oleh: Zhindi Klali, Siswa Kelas X SMAN 1 Amfoang Utara.
Komentari Tulisan Ini
Tulisan Lainnya
Puisi: Asesmen Nasional Berbasis Komputer, Jejak Digital
Di era teknologi yang semakin maju, Asesmen Nasional Berbasis Komputer hadir dengan penuh ragu. Jejak digital melintas di dunia pendidikan, Menyapa siswa-siswa dengan tantangan bar
Bantu Aku Bangkit Tuhan
Satu persatu masalah datang Mengisi kekosongan dalam jiwa Membuat cerita dalam setiap raga Aku tersungkur tak mampu bangkit Apa aku harus lari? Atau diam meratapi nasib Lalu baga
Ayah, Kau Tidak Nyata
Ayah?Ohh aku lupaKau hanya mimpi tiada nyataBayangmu hanya ilusi mataKarena sebenarnya Kau tak pernah ada Dewasa kujalani sendiriDi temani sesosok wanita kuatTanpa sosok laki-laki ya
Kita menutup kisah
Secepat inikah pertemuan kita?Aku yang selalu memeluk erat namamu padaNyaKini hanya mampu mengikhlaskanAku yang dulu menjadi tempatmu bersandarMerekatkan cerita dalam ingatanKini hanyal
Rindu Pada Guru saat Pandemi
Kala fajar menyingsing Bulan perlahan berpulang Semangat menerjang kebebasan menghilang Meninggalkan senyum bertirai duka Mimpi terhenti Ketika keadaan memaksa menep